|
Awalnya Lurus, Lalu Mencong |
|
Written by Rizki Aji
|
|
Friday, 25 December 2009 |
|
Dinamika kehidupan acapkali bersesuaian dengan perkembangan zaman. Dari masa ke masa selalu berubah-ubah tak pernah statis sisi lain kehidupan manusia. Segala sesuatu bisa menjadi dalih pembolehan dan pelarangan kala sendi tolok ukurnya bukan lagi dengan neraca syariat agama Islam yang mulia. Kebenaran semakin menjadi rancu, adakalanya kebenaran tertutup membisu karena kalahnya jumlah yang dominan bernama kebiasaan dan kewajaran. Kesalahan sejatinya tetap tidak bisa dibiarkan apatah lagi kesalahan tersebut semakin melebar karena banyaknya dukungan. Padahal sebagai seorang muslim, sikap dasar dalam memahami suatu kebenaran itu ialah dengan memahami serta mengetahui ajaran sebaik-baiknya melalui neraca syariat yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala dan dilaksanakan dengan sempurna oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya. Sekali lagi, kebenaran acapkali kalah dengan banyaknya kesalahan yang mendapatkan dukungan dari faktor kewajaran dan kebiasaan.
|
|
Read more...
|
|
|
Kelak, Jangan Salahkan Kami |
|
Written by Rizki Aji
|
|
Friday, 25 December 2009 |
|
Masa senantiasa berganti dan menunjukkan selalu ada orang-orang yang mengisinya. Periode waktu menunjukkan bahwa adakalanya masa lampau dan ada pula masa yang datang. Kehidupan menyilihkan pergantian bagai siang menggeser malam. Islam, sebuah agama yang mulia dan tak ada yang mampu menandingi kemuliaannya. Islam senantiasa tetap akan ada hingga akhir jaman dan menjadi salah satu agama yang benar dan diakui kebenarannya dari masa ke masa. “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imraan : 85). Telah berlalu jauh Islam dari masa keemasannya, masa yang memiliki penuh limpahan ilmu dimanapun dan kapanpun, menjadi masa yang diliputi oleh banyak kebodohan dan kesesatan lebih dominan dibandingkan dengan kebenaran dan kebaikan. Wafatnya para pewaris para Nabi yakni ulama telah menunjukkan pula hilangnya ilmu sedikit demi sedikit di atas bumi.
|
|
Read more...
|
|
|
Menghindari Debu Rumah Bagi Penderita Alergi |
|
Written by Ummu Abdillah Fathy
|
|
Thursday, 17 December 2009 |
|
Bismillahirrohmanirrohim… Anda memiliki alergi atau mungkin penyakit asma alergi yang sangat sensitif dengan keberadaan debu disekitar anda? Sudah berulang kali mencoba trik untuk menghindarinya tapi qodarulloh alergi atau penyakit anda tetap kambuh, kenapa bisa begitu? Sebelum kita mencari tau triknya, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan “debu rumah” Secara definisi, debu rumah merupakan debu halus yang tidak nampak oleh mata, terdiri dari campuran tungau, serat kapuk, bulu binatang dan lain-lain : pada umumnya menempel pada lantai kamar dan juga perabot rumah tangga di rumah. Mengapa harus dihindari?
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 8 of 117 |